Posted tagged ‘budaya bali’

Nyepi

April 21, 2012

Umat Hindu memiliki beberapa hari raya yang dirayakan setiap 1 tahun sekali. Salah satu dari hari raya tersebut adalah Hari Raya Nyepi. Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan / kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktifitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit. Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Buwana Alit (alam manusia / microcosmos) dan Buwana Agung/macrocosmos(alam semesta).Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) di arak ke pantai atau danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam.

Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada “tilem sasih kesanga” (bulan mati yang ke-9), umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan masyarakat dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing bernama Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar). Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding/paket beserta lauk pauknya, seperti Ayam Brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.

Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi Tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.

Keesokan harinya, yaitu pada Purnama Kedasa (bulan purnama ke-10), tibalah Hari Raya Nyepi sesungguhnya. Pada hari ini suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan aktifitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan “Catur Brata” Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa,brata,yoga dan semadhi.

Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu agar memiliki kesiapan batin untuk /menghadapi setiap tantangan kehidupan di tahun yang baru. Kebiasaan merayakan hari raya dengan berfoya-foya, berjudi, mabuk-mabukan adalah sesuatu kebiasaan yang keliru dan mesti diubah.

Rangkaian terakhir dari perayaan Tahun Baru Saka adalah hari Ngembak Geni. Pada hari ini Tahun Baru Saka tersebut memasuki hari kedua. Pada hari ini, umat hindu melakukan “Banyu Pinaruh” dan Umat Hindu juga bersilaturahmi dengan keluarga besar dan tetangga, saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain (Gede Edy Yunarthawan)

Info Paket2 wisata hemat Klik Disini

Info paket makan hemat di Jimbaran Klik Disini

Harga sewa mobil di Bali

Paket Liburan ke Bali

Info Makan Sea Jimbaran Bali

Info sewa mobil di Bali

Info Water Sport Tanjung Benoa

Info sewa rumah di Bali

Info Bali Hai Cruise

Daftar harga watersport murah, diskon di Bali. Untuk pelajar dan mahasiswa.

Berikut adalah harga yang ditawarkan untuk watersport tanjung Benoa Bali:

Harga Satuan:

Glass bottom boat+ Turtle Island =Rp 200.000 per 1 boat bisa  isi 10 orang

Banana Boat = Rp 60.000.

Parasailing =Rp 65.000

Ski donut = Rp 85.000

Rolling Donut = Rp 85.000

jet ski with instructor = Rp 100.000.

Big marble =Rp 100.000

Flying Fish = Rp 125.000

Snorkeling = Rp 110.000

Water SKI =Rp 145.000

jet ski without instructor = Rp 160.000.

Sea walker = Rp 425.000

 

Harga Paket:

Parasailing+Banana Boat+ jet ski with instructor = Rp 225.000/orang.

Glass bottom boat+ Turtle Island+ Snorkling =Rp 250.000/orang

Parasailing+ Banana Boat+ Jetski with instructor+ scuba dive =Rp 400.000/orang

 

Aneka diskon watersport Tanjung benoa Bali klik disini

Info diskon watersport Bali klik disini

Permainan watersport murah klik disini

Diskon untuk pelajar watersport tanjung benoa klik disini

Mau diskon watersport klik disini

Paket diskon mahasiswa main watersport klik disini

Ini diskon watersport untuk pelajar klik disini

Perlu diskon makan seafood Jimbaran dan watersport?

Ini daftar Harga watersport diskon

info diskon watersport disini

 

 

Info selengkapnya Kontak/SMS 08563776704 atau email: budd2id@yahoo.com.

Kunjungi: http://tour2bali.blogspot.com/

Rafting Telagawaja pelajar Rp 235.000/orang+makan siang+transport.

Rafting Telagawaja Rafting Telagawaja, Karangasem, Bali

@Rp 235.000/orang.

 Harga sudah termasuk

 • Transport antar jemput dari hotel ke Karangasem

 • Makan siang prasmanan

 • Perlengkapan

 • Shower

 • Handuk

 • Asuransi

 • Pajak

 • Rafting sepanjang sungai Telagawaja sekitar 2 jam

 

Kontak 085 6377 6704/budd2id@yahoo.com

 

, Info  Banana boat paling murah untuk pelajar,Info Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung Benoa, Info  Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung benoa Bali, Info  Banana boat paling murah untuk pelajar Bali, Info harga   Banana boat paling murah untuk pelajar,   Info harga   Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung Benoa, Info harga   Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung benoa Bali, Info harga   Banana boat paling murah untuk pelajar Bali, Info paket    Banana boat paling murah untuk pelajar,   Info paket    Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung Benoa, Info paket    Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung benoa Bali, Info paket    Banana boat paling murah untuk pelajar Bali, Info tiket    Banana boat paling murah untuk pelajar,   Info tiket    Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung Benoa, Info tiket    Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung benoa Bali, Info tiket    Banana boat paling murah untuk pelajar Bali,

Info voucher     Banana boat paling murah untuk pelajar,   Info voucher     Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung Benoa, Info voucher     Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung benoa Bali, Info voucher     Banana boat paling murah untuk pelajar Bali, Info vocher     Banana boat paling murah untuk pelajar,   Info vocher     Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung Benoa, Info vocher     Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung benoa Bali, Info vocher     Banana boat paling murah untuk pelajar Bali, Info vocer     Banana boat paling murah untuk pelajar,   Info vocer     Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung Benoa, Info vocer     Banana boat paling murah untuk pelajar Tanjung benoa Bali, Info vocer     Banana boat paling murah untuk pelajar Bali, Banana boat murah untuk  pelajar,  Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung Benoa, Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung benoa Bali, Banana boat murah untuk  pelajar Bali,  Tiket Banana boat murah untuk  pelajar, Tiket Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung Benoa, Tiket Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung benoa Bali, Tiket Banana boat murah untuk  pelajar Bali,Voucher  Banana boat murah untuk  pelajar, Voucher Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung Benoa, Voucher  Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung benoa Bali, Voucher  Banana boat murah untuk  pelajar Bali,Vocher  Banana boat murah untuk  pelajar,Vocher   Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung Benoa, Vocher  Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung benoa Bali, Vocher  Banana boat murah untuk  pelajar Bali,  

Vocer  Banana boat murah untuk  pelajar,   Vocer  Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung Benoa, Vocer  Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung benoa Bali, Vocer  Banana boat murah untuk  pelajar Bali, Info  Banana boat murah untuk  pelajar,Info Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung Benoa, Info  Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung benoa Bali, Info  Banana boat murah untuk pelajar Bali, Info harga   Banana boat murah untuk  pelajar,   Info harga   Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung Benoa, Info harga   Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung benoa Bali, Info harga   Banana boat murah untuk pelajar Bali, Info paket    Banana boat murah untuk  pelajar,   Info paket    Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung Benoa, Info paket    Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung benoa Bali, Info paket    Banana boat murah untuk pelajar Bali, Info tiket    Banana boat murah untuk  pelajar,   Info tiket    Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung Benoa, Info tiket    Banana boat murah untuk  pelajar Tanjung benoa Bali, Info tiket    Banana boat

Advertisements

Calon Arang

April 10, 2011

Calon Arang merupakan dramatari ritual magis yang melakonkan kisah-kisah yang berkaitan dengan ilmu sihir, ilmu hitam maupun ilmu putih, dikenal dengan Pangiwa / Pangleyakan dan Panengen. Lakon-lakon yang ditampilkan pada umumnya berakar dari cerita Calonarang, sebuah cerita semi sejarah dari zaman pemerintahan raja Airlangga di Kahuripan (Jawa timur) pada abad ke IX. Cerita lain yang juga sering ditampilkan dalam drama tari ini adalah cerita Basur, sebuah cerita rakyat yang amat populer dikalangan masyarakat Bali. Karena pada beberapa bagian dari pertunjukannya menampilkan adegan adu kekuatan dan kekebalan (memperagakan adegan kematian bangke-bangkean, menusuk rangda dengan senjata tajam secara bebas) maka Calonarang sering dianggap sebagai pertunjukan adu kekebalan (batin). Dramatari ini pada intinya merupakan perpaduan dari tiga unsur penting, yakni Babarongan diwakili oleh Barong Ket, Rangda dan Celuluk, Unsur Pagambuhan diwakili oleh Condong, Putri, Patih Manis (Panji) dan Patih Keras (Pandung) dan Palegongan diwakili oleh Sisiya-sisiya (murid-murid). Tokoh penting lainnya dari dramatari ini adalah Matah Gede dan Bondres. Karena pagelaran dramatari ini selalu melibatkan Barong Ket maka Calonarang sering disamakan dengan Barong Ket. Pertunjukan Calonarang bisa diiringi dengan Gamelan Semar Pagulingan, Bebarongan, maupun Gong Kebyar. Dari segi tempat pementasan, pertunjukan Calonarang biasanya dilakukan dekat kuburan (Pura Dalem) dan arena pementasannya selalu dilengkapi dengan sebuah balai tinggi (trajangan atau tingga) dan pohon pepaya.
Cerita Calon Arang:
Pada suatu masa di Kerajaan Daha yang dipimpin oleh raja Erlangga, hidup seorang janda yang sangat bengis. Ia bernama Calon Arang. Ia tinggal di desa Girah. Calon Arang adalah seorang penganut sebuah aliran hitam, yakni kepercayaan sesat yang selalu mengumbar kejahatan memakai ilmu gaib. Ia mempunyai seorang putri bernama Ratna Manggali. Karena puterinya telah cukup dewasa dan Calon Arang tidak ingin Ratna Manggali tidak mendapatkan jodoh, maka ia memaksa beberapa pemuda yang tampan dan kaya untuk menjadi menantunya. Karena sifatnya yang bengis, Calon Arang tidak disukai oleh penduduk Girah. Tak seorang pemuda pun yang mau memperistri Ratna Manggali. Hal ini membuat marah Calon Arang. Ia berniat membuat resah warga desa Girah. “Kerahkan anak buahmu! Cari seorang anak gadis hari ini juga! Sebelum matahari tenggelam anak gadis itu harus dibawa ke candi Durga!“ perintah Calon Arang kepada Krakah, seorang anak buahnya. Krakah segera mengerahkan cantrik-cantrik Calon Arang untuk mencari seorang anak gadis. Suatu perkerjaan yang tidak terlalu sulit bagi para cantrik Calon Arang. Sebelum matahari terbit, anak gadis yang malang itu sudah berada di Candi Durga. Ia meronta-ronta ketakutan. “Lepaskan aku! Lepaskan aku!“ teriaknya. Lama kelamaan anak gadis itu pun lelah dan jatuh pingsan. Ia kemudian di baringkan di altar persembahan. Tepat tengah malam yang gelap gulita, Calon Arang mengorbankan anak gadis itu untuk dipersembahkan kepada Betari Durga, dewi angkara murka. Kutukan Calon Arang menjadi kenyataan. “Banjir! Banjir!“ teriak penduduk Girah yang diterjang aliran sungai Brantas. Siapapun yang terkena percikan air sungai Brantas pasti akan menderita sakit dan menemui ajalnya. “He, he… siapa yang berani melawan Calon Arang ? Calon Arang tak terkalahkan!” demikian Calon Arang menantang dengan sombongnya. Akibat ulah Calon Arang itu, rakyat semakin menderita. Korban semakin banyak. Pagi sakit, sore meninggal. Tidak ada obat yang dapat menanggulangi wabah penyakit aneh itu.. “Apa yang menyebabkan rakyatku di desa Girah mengalami wabah dan bencana ?” Tanya Prabu Erlangga kepada Paman Patih. Setelah mendengar laporan Paman Patih tentang ulah Calon Arang, Prabu Erlangga marah besar. Genderang perang pun segera ditabuh. Maha Patih kerajaan Daha segera menghimpun prajurit pilihan. Mereka segera berangkat ke desa Girah untuk menangkap Calon Arang. Rakyat sangat gembira mendengar bahwa Calon Arang akan ditangkap. Para prajurit menjadi bangga dan merasa tugas suci itu akan berhasil berkat doa restu seluruh rakyat. Prajurit kerajaan Daha sampai di desa kediaman Calon Arang. Belum sempat melepaskan lelah dari perjalanan jauh, para prajurit dikejutkan oleh ledakan-ledakan menggelegas di antara mereka. Tidak sedikit prajurit Daha yang tiba-tiba menggelepar di tanah, tanpa sebab yang pasti. Korban dari prajurit Daha terus berjatuhan. Musuh mereka mampu merobohkan lawannya dari jarak jauh, walaupun tanpa senjata. Kekalahan prajurit Daha membuat para cantrik, murid Calon Arang bertambah ganas. “Serang! Serang terus!” seru para cantrik. Pasukan Daha porak poranda dan lari pontang-panting menyelamatkan diri. Prabu Erlangga terus mencari cara untuk mengalahkan Calon Arang. Untuk mengalahkan Calon Arang, kita harus menggunakan kasih saying”, kata Empu Barada dalam musyawarah kerajaan. “Kekesalan Calon Arang disebabkan belum ada seorang pun yang bersedia menikahi puteri tunggalnya.“ Empu Barada meminta Empu Bahula agar dapat membantu dengan tulus untuk mengalahkan Calon Arang. Empu Bahula yang masih lajang diminta bersedia memperistri Ratna Manggali. Dijelaskan, bahwa dengan memperistri Ratna Manggali, Empu Bahula dapat sekaligus memperdalam dan menyempurnakan ilmunya. Akhirnya rombongan Empu Bahula berangkat ke desa Girah untuk meminang Ratna Manggali. “He he … aku sangat senang mempunyai menantu seorang Empu yang rupawan.” Calon Arang terkekeh gembira. Maka, diadakanlah pesta pernikahan besar-besaran selama tujuh hari tujuh malam. Pesta pora yang berlangsung itu sangat menyenangkan hati Calon Arang. Ratna Manggali dan Empu Bahula juga sangat bahagia. Mereka saling mencintai dan mengasihi. Pesta pernikahan telah berlalu, tetapi suasana gembira masih meliputi desa Girah. Empu Bahula memanfaatkan saat tersebut untuk melaksanakan tugasnya. Di suatu hari, Empu Bahula bertanya kepada istrinya, “Dinda Manggali, apa yang menyebabkan Nyai Calon Arang begitu sakti?“ Ratna Manggali menjelaskan bahwa kesaktian Nyai Calon Arang terletak pada Kitab Sihir. Melalui buku itu, ia dapat memanggil Betari Durga. Kitab sihir itu tidak bisa lepas dari tangan Calon Arang, bahkan saat tidur, Kitab sihir itu digunakan sebagai alas kepalanya. Empu Bahula segera mengatur siasat untuk mencuri Kitab Sihir. Tepat tengah malam, Empu Bahula menyelinap memasuki tempat peraduan Calon Arang. Rupanya Calon Arang tidur terlalu lelap, karena kelelahan setelah selama tujuh hari tujuh malam mengumbar kegembiraannya. Empu Bahul berhasil mencuri Kitab sihir Calon Arang dan langsung diserahkan ke Empu Baradah. Setelah itu, Empu Bahula dan istrinya segera mengungsi. Calon Arang sangat marah ketika mengetahui Kitab sihirnya sudah tidak ada lagi, ia bagaikan seekor badak yang membabi buta. Sementara itu, Empu Baradah mempelajari Kitab sihir dengan tekun. Setelah siap, Empu Baradah menantang Calon Arang. Sewaktu menghadapi Empu Baradah, kedua belah telapak tangan Calon Arang menyemburkan jilatan api, begitu juga kedua matanya. Empu Baradah menghadapinya dengan tenang. Ia segera membaca sebuah mantera untuk mengembalikan jilatan dan semburan api ke tubuh Calon Arang. Karena Kitab sihir sudah tidak ada padanya, tubuh Calon Arang pun hancur menjadi abu dan tertiup kencang menuju ke Laut Selatan. Sejak itu, desa Girah menjadi aman tenteram seperti sediakala.

Hari Raya Pagerwesi

April 10, 2011

Kata “pagerwesi” artinya pagar dari besi. Ini me-lambangkan suatu perlindungan yang kuat. Segala sesuatu yang dipagari berarti sesuatu yang bernilai tinggi agar jangan mendapat gangguan atau dirusak. Hari Raya Pagerwesi sering diartikan oleh umat Hindu sebagai hari untuk memagari diri yang dalam bahasa Bali disebut magehang awak. Nama Tuhan yang dipuja pada hari raya ini adalah Sanghyang Pramesti Guru. Sanghyang Paramesti Guru adalah nama lain dari Dewa Siwa sebagai manifestasi Tuhan untuk melebur segala hal yang buruk. Dalam kedudukannya sebagai Sanghyang Pramesti Guru, beliau menjadi gurunya alam semesta terutama manusia. Hidup tanpa guru sama dengan hidup tanpa penuntun, sehingga tanpa arah dan segala tindakan jadi ngawur. Hari Raya Pagerwesi dilaksanakan pada hari Budha (Rabu) Kliwon Wuku Shinta. Hari raya ini dilaksanakan 210 hari sekali. Sama halnya dengan Galungan, Pagerwesi termasuk pula rerahinan gumi, artinya hari raya untuk semua masyarakat, baik pendeta maupun umat walaka. “Hari Raya Pagerwesi jatuh setiap 210 hari sekali merupakan rangkaian Hari Raya Saraswati, hari lahirnya ilmu pengetahuan yang jatuh pada Sabtu (27/2) lalu,” kata Drs I Ketut Sumadi MSi, dosen Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Rabu.Umat Hindu pada Hari Pagerwesi mengadakan upacara keagamaan dengan menghaturkan sesaji serta rangkaian janur, bunga dan buah-buahan (banten) di tempat suci rumah keluarga masing-masing (merajan).Pagerwesi merupakan “tonggak” untuk mengingatkan umat terhadap Tuhan Yang Maha Esa penguasa alam semesta. Upacara itu dilakukan dengan cara bhakti maupun pengorbanan suci secara tulus ikhlas (yadnya).Umat Hindu pada hari suci terbesar kedua setelah Hari Raya Galungan dan Kuningan (Kemenangan Dharma), juga dimaksudkan untuk memohon keselamatan, kesejahteraan dan bimbingan ke jalan yang benar serta mampu menegakkan kebenaran sesuai ajaran agama dan hati nurani. Jika kita boleh mengambil kesimpulan, kiranya Hari Raya Pagerwesi di Indonesia dengan Hari Raya Guru Purnima dan Walmiki Jayanti memiliki semangat yang searah untuk memuja Tuhan dan resi sebagai guru yang menuntun manusia menuju hidup yang kuat dan suci. Nilai hakiki dari perayaan Guru Purnima dan Walmiki Jayanti dengan Pegerwesi dapat dipadukan. Namun bagaimana cara perayaannya, tentu lebih tepat disesuaikan dengan budaya atau tradisi masing-masing tempat. Yang penting adalah adanya pemadatan nilai atau penambahan makna dari memuja Sanghyang Pramesti Guru ditambah dengan memperdalam pemahaman akan jasa-jasa para resi, seperti Resi Vyasa, Resi Walmiki dan resi-resi yang sangat berjasa bagi umat Hindu di Indonesia. Upacara agama Hindu ini untuk menghormati jagad raya. Upacara ini dimaksudkan untuk menyucikan diri dan memperkuat mental untuk menghadapi tantangan hidup .